Medan (Metro IDN)
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bekerjasama dengan Ganesha Operation (GO), menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat SMA selama dua (2) hari di SMAN 1 Pematangsiantar, dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional (HGN).
Hari pertama, Kamis (29/10/2026), LCC di Kota Pematangsiantar dengan peserta 23 regu dari 23 sekolah. Hari kedua, Jumat (30/10/2026), di Kabupaten Simalungun dengan peserta 26 regu dari 26 sekolah. Seluruhnya 49 regu bertanding, dengan tiga siswa di setiap regu.
Penyelenggaraan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya yang masih manual.
Pada perlombaan ini GO menghadirkan Sistem Digital melalui melalui aplikasi GO Expert.
Aplikasi yang sama dipakai GO pada The Champion Race, ajang kompetisi akademik yang mencatatkan GO dalam Rekor MURI, yang selama ini telah mengantar siswa pada berbagai pengalaman bertanding secara digital.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumut, M Syahrizal Damanik, SPd MPd, menyebut perubahan tersebut menutup celah yang sempat terjadi pada lomba dengan cara lama.
“Kalau dulu kita melihat memakai cara manual. Bahkan kadang-kadang soalnya belum selesai, jawabannya sudah tahu. Tapi di sini itu tidak ada.
Hasil lomba ini lebih dapat dipertanggungjawabkan karena nilai peserta ditampilkan setelah setiap babak. Hasilnya juga sangat objektif,” katanya.
Dari perlombaan hari pertama untuk Kota Pematangsiantar, SMAS Budi Mulia meraih juara pertama, disusul SMAS Seminari sebagai juara kedua, dan SMAS RK Bintang Timur sebagai juara ketiga.
Dari perlombaan hari kedua untuk Kabupaten Simalungun, juara pertama diraih SMAN 1 Girsang Sipangan Bolon, juara kedua SMAN 1 Silimakuta, dan juara ketiga SMA Swasta Assisi Siantar.
Seluruh regu mengikuti babak penyisihan sebelum enam regu terbaik maju ke babak LCC yang terdiri atas babak wajib, babak lempar, dan babak final.
Soal disusun tim GO dan mencakup 12 mata pelajaran, yaitu matematika, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, literasi numerasi, PKN, sejarah, fisika, kimia, biologi, ekonomi, geografi, dan informatika.
Penilaian di kedua wilayah dilakukan dewan juri yang sama, yaitu Ahmad Fakhri H SPd MPd, Resna Napitu, SE MSi dan Rahel Sitinjak SPd.
M Syahrizal Damanik berharap jumlah sekolah yang terlibat bertambah pada penyelenggaraan berikutnya dan sekolah tidak dibebani biaya untuk mengikuti kegiatan ini. “Karena acara ini, buat bapak ibu, tidak akan mengeluarkan biaya. Gratis,” katanya.
Kepada para peserta, berpesan agar lomba dipandang lebih dari sekadar ajang mencari pemenang. Kegiatan ini juga melatih daya pikir dan kerja sama tim, karena siswa yang biasanya mengerjakan ujian sendiri-sendiri kali ini bertanding dalam satu regu.
“Keberhasilan bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang proses belajar dan keberanian untuk mencoba,” ujarnya.
Ketua LCC, Triwandes Sinurat, SE MSi menyebutkan, kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan asesmen siswa serta kecepatan dan ketepatan mereka dalam menjawab soal. Ia menyampaikan terima kasih kepada GO dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI.
“Kalau dari pengalaman tahun sebelumnya, kegiatan kita masih serba baru. Tapi dengan dukungan GO, sungguh luar biasa,” ujarnya.
)
Medan, 30/10/2026
Teks
Para juara LCC tingkat SMA Kota Pematangsiantar menerima penghargaan di SMAN 1 Pematangsiantar.( Foto: dok/GO)

















