Medan (Metro IDN)
Massa sekitar puluhan orang dengan mengatasnamakan dirinya dari Himpunan Organisasi Transparansi dan Mencegah Aksi Korupsi (HOTMA), melakukan demo atau aksi unjuk rasa di depan kantor Kejati Sumut, Selasa (21/7/2026),
Pengunjuk rasa dalam orasinya menyampaikan beberapa tuntutan yang pada intinya menyayangkan beberapa statement dan opini publik di media sosial (medsos) yang terkesan menyudutkan eks Jampidsus Febri Adriansyah (FA).
Menurut pengunjuk rasa, tuduhan yang dialamatkan kepada FA murni hanya berdasarkan penggeledahan yang dilakukan oleh Polri, yang belum dipastikan fakta hukum keterkaitan penggeledahan dengan yang bersangkutan.
Oleh karena itu pengunjuk rasa juga meminta masyarakat atau publik dapat berpikir obyektif. Pengunjuk rasa mendukung penyidikan secara objektif, sehingga seharusnya menunggu hasil penyidikan keseluruhan atau hasil persidangan nantinya.
Pengunjuk rasa juga berharap jangan menghakimi orang hanya berdasarkan penetapan status tersangka. Tetapi juga melihat prestasi dan upaya maksimal pengungkapan korupsi yang dilakukan oleh FA selama ini, ucap pengunjuk rasa.
Disisi lain menurut pengunjuk rasa, Febri Adriansyah harusnya diberi penghargaan atas keberanian dan totalitasnya sebagai Jampidsus, dalam mengungkap kasus kasus korupsi besar yang melibatkan konglomerat dan mafia, yang selama ini merongrong kekayaan alam Indonesia untuk kepentingannya.
Sebab menurut pengunjuk rasa, banyak kasus korupsi yang berhasil diungkap oleh Gedung Bundar Kejagung masa Jampidsus Febrie diantaranya, kasus korupsi jiwasraya, kasus korupsi pengadaan BTS di wilayah timur yang melibatkan tokoh publik masa itu yang juga menjabat Menkomimfo.
Tidak hanya itu, juga kasus korupsi penyimpangan penjualan produksi PT Timah di Bangka Belitung, kasus korupsi chormebook di Kementerian Pendidikan, dan belakangan kasus korupsi pada Badan Giji Nasional (BGN).
Disamping itu lanjut pengunjuk rasa, Febri Adriansyah selama ini juga dipercaya mengomandoi tim Satgas PKH (Penertiban Kawasan Hutan) yang telah berhasil menyelamatkan keuangan ratusan triliun dan asset negara dari sektor perkebunan dan kehutanan.
Menanggapi aksi aspirasi dan tuntutan pengunjuk rasa, Kasi Penkum Rizaldi SH MH didampingi tim jaksa serta bidang Humas pada Asisten Intelijen, Monang Sitohang SH saat menerima aspirasi pengunjuk rasa, menyampaikan terimakasih atas dukungan dan kehadiran massa pengunjuk rasa.
“Dukungan ini tentu akan menjadi spirit atau dorongan moril bagi Kejaksaan. Terkait dukungan ke Febri Adriansyah pribadi, mari sama sama kita tunggu hasil dan proses penyidikan yang sedang dilakukan Kejagung,” sebut Kasi Penkum.
Kasi Penkum juga meminta masyarakat agar jangan tergiring opini di media sosial yang kebenaran informasinya belum dapat dipertanggungjawabkan. (red)

















