Jakarta (Metro IDN)
Pemerintah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp1,28 triliun untuk merealisasikan Program Satu Orang Satu Rekening sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi penutup tahun 2026.
Menteri Koordinator (Menko) bidang pl Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan langkah strategis ini dirancang untuk memperluas jangkauan inklusi keuangan nasional sekaligus mempermudah penyaluran berbagai program bantuan sosial agar lebih efisien dan tepat sasaran.
“Yang rekening gratis masih dalam pematangan. Dalam dua bulan ini akan direalisasikan,” kata Airlangga dalam keterangan resmi Bakom RI, Kamis (5/11/2026), sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, Sabtu (7/11/2026).
Kebijakan terobosan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini membidik masyarakat berusia 17 tahun ke atas dari kelompok desil 1 hingga desil 4 yang belum terjangkau akses perbankan formal.
Pemerintah memproyeksikan pembukaan rekening gratis tersebut akan menjangkau sekitar 25,16 juta penduduk dewasa di seluruh Indonesia.
Guna menstimulasi penggunaan fasilitas perbankan, setiap rekening baru nantinya bakal langsung diisikan saldo awal senilai Rp50.000 dari APBN.
Selain pembukaan rekening gratis, pemerintah turut menyiapkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat.
Kemudian, pemerintah juga berencana memberikan Bantuan Subsidi Upah sebesar Rp900 ribu untuk 13,3 juta pekerja.
“Bantuan Subsidi Upah sebesar Rp900 ribu bagi 13,3 juta pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta atau di bawah UMP [upah minimum provinsi],” paparnya.
Lebih lanjut, pemerintah juga menyiapkan stimulus pendukung untuk memacu mobilitas masyarakat selama periode libur akhir tahun.
Sektor moda transportasi publik dari darat, laut, hingga udara bakal disokong insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah serta potongan harga tiket secara masif.
“PPN (Pajak Pertambahan Nilai) ditanggung pemerintah 100% untuk tiket pesawat ekonomi domestik per 22 Desember [2026] sampai dengan 10 Januari [2027]. Ini targetnya untuk 3,75 juta penumpang penerbangan kelas ekonomi,” pungkasnya.
Pemerintah menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian global, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III/2026 tetap solid 5,47% (year-on-year/YoY), lebih tinggi dari capaian kuartal sebelumnya. (red/bisnis.com)

















