Medan (Metro IDN)
Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru menggelar acara Media Gathering, di kediamannya di Jalan SM Bonjol Medan, Rabu (24/6/2026).
Sesuai undangan Konsul Jenderal Jepang, media gathering itu dalam rangka mempererat silaturahmi dan rana tamah dengan rekan rekan media/pers.

Misalnya, dimulai dari proyek besar seperti pembangunan PT Inalum (peleburan aluminium) dan PLTA Asahan yang dimulai pada 1969.
Konsul Jenderal (Konjen) Jepang di Medan telah mendukung berbagai pembangunan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, pembangunan sungai, serta sektor pertanian melalui dukungan fasilitas irigasi.
Turut mendukung pembangunan sejumlah proyek energi, di antaranya PLTA Asahan 3 dan PLTP Sarulla. PLTA Asahan 3 telah rampung pada Januari 2025.
Proyek PLTA Peusangan di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, hampir selesai dan diperkirakan siap beroperasi bulan depan, dengan transmisi listrik dimulai pada akhir tahun ini.
Hingga saat ini, lebih dari 80 proyek telah dilaksanakan di wilayah kerja Konsul Jenderal Jepang di Medan mencakup Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi.
Beberapa di antaranya pembangunan gedung sekolah di Kabupaten Rimbo Bujang, Provinsi Jambi, penyediaan ambulans di Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, dan Habinsaran Kabupaten Toba.
Kemudian pembangunan Pusat Edukasi Tsunami di Kabupaten Aceh Barat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana.
Berbagai pembangunan itu menjadi infrastruktur penting yang mendukung kehidupan masyarakat Sumatera.
Selain kerja sama pembangunan, hubungan Jepang dan Indonesia juga semakin erat melalui sektor tenaga kerja.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Sosial Jepang tahun 2022, jumlah tenaga kerja asing di Jepang telah melampaui 1,8 juta orang, dengan tenaga kerja Indonesia menjadi salah satu kelompok yang mengalami pertumbuhan tertinggi.
Konsulat Jenderal Jepang di Medan akan terus mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak demi meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Sumatera.
Dalam pertemuan itu Furogori didampingi Konsul Suzuki Yushi dan Konsul Muda Furunobu Koichi.(red)
Penempatan Perawat
Konsul Jenderal Jepang Furugori,
ungkap Kerja Sama Investasi dan Penempatan Perawat Sumut ke Jepang.
Jepang terus memperkuat kerja sama dengan Sumatera Utara (Sumut) di sektor ekonomi dan ketenagakerjaan.
Kerja sama tersebut mencakup investasi perusahaan Jepang di bidang perkebunan karet, industri elektronik, hingga penempatan tenaga kerja perawat dan perawat lansia ke Jepang.
Menurut Furugori, sejumlah perusahaan Jepang saat ini telah menjalankan kegiatan usaha di Sumatera Utara, khususnya di sektor ekonomi.
“Terkait kerja sama di bidang ekonomi di Sumatera Utara yang pertama ada perusahaan karet Jepang.
Mereka menanam pohon karet dan diekspor ke Jepang untuk dikelola, yang kedua ada perusahaan elektronik yang akan digunakan untuk mobil yang juga diekspor ke negara-negara lain,” kata Furugori Toru.
Selain sektor ekonomi, kerja sama antara Jepang dan Sumut juga berlangsung di bidang jasa, terutama dalam penempatan tenaga kerja ke Jepang.
Furugori menjelaskan, profesi perawat dan perawat lansia menjadi salah satu bidang yang banyak diminati lulusan program studi keperawatan dari Sumut untuk bekerja di Jepang.
“Ada perusahaan Jepang yang menjembatani perawat dan perawat lansia dari Sumut yang akan bekerja di Jepang,” ujarnya.
Salah seorang perawat lansia asal Indonesia yang kini bekerja di Jepang, Darul Fahmi, mengatakan dirinya berangkat melalui Program Government to Government (G to G) Jepang atau Economic Partnership Agreement (EPA) Batch 15 yang difasilitasi pemerintah Indonesia melalui Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.(red/snn/tv)

















