Deliserdang (Metro IDN)
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang melayani rute Medan-Binjai dan Medan-Lubukpakam.
Kehadiran layanan transportasi publik berbasis bus listrik ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem transportasi yang modern, terintegrasi, serta ramah lingkungan di kawasan metropolitan Medan, Binjai, dan Deliserdang (Mebidang).
Bobby mengatakan, keberhasilan BRT tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh konsistensi pelayanan, ketepatan waktu, keselamatan, serta kemudahan akses bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Bobby juga meminta seluruh kepala daerah di kawasan Mebidang mengesampingkan ego sektoral dan bersama-sama mendukung integrasi sistem transportasi.
Sementara itu, Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Muiz Thohir mengatakan, kehadiran BRT Mebidang merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun sistem transportasi perkotaan yang lebih modern dan terintegrasi.
Berdasarkan data TomTom Traffic Index, tingkat kemacetan di Kota Medan mencapai sekitar 54,2%. Artinya, perjalanan yang normalnya ditempuh selama 10 menit dapat memerlukan waktu lebih lama akibat kepadatan lalu lintas.
Karena itu, pembangunan transportasi publik dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, sekaligus menekan konsumsi energi dan emisi karbon.
Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Perhubungan meluncurkan program BRT Transit di kawasan Medan dan Bandung Raya sebagai proyek percontohan yang didukung Bank Dunia.
Kadis Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan antara lain menyampaikan, pada tahap uji coba, dua unit bus listrik mulai dioperasikan untuk mengevaluasi kondisi teknis, waktu tempuh, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Operasi penuh ditargetkan mulai 8 Desember 2026 dengan total 30 bus listrik, terdiri atas 14 unit untuk Koridor 11 (Teladan–Terminal Lubukpakam), 13 unit untuk Koridor 12 (Simpang Barat–Binjai), dan tiga unit sebagai armada cadangan,” ujar Yuda.
Selama masa uji coba, masyarakat dapat menggunakan layanan secara gratis. Setelah beroperasi penuh, tarif yang direncanakan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 bagi kategori khusus, seperti pelajar, penyandang disabilitas, serta lanjut usia.
Hadir pada peluncuran BRT Mebidang antara lain Staf Khusus Presiden sekaligus Komisaris Utama PT Blue Bird Bayu Priawan Djokosoetono, Direktur PT Big Bird Pusaka Kresna Priawan Djokosoetono, Ketua Kadin Sumut Firsal Dida Mutiara, Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan.
Kemudian Walikota Binjai Amir Hamzah, Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap, Ketua Komisi D DPRD Sumut Timbul Jaya Hamonangan, serta jajaran Forkopimda Sumut dan Deliserdang.(red)

















