Taput ( Metro IDN)
Ephorus HKBP, Pdt Dr Victor Tinambunan MST, telah melantik Pdt Arthur Mangatur Lumbantobing, MTh sebagai Ketua Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH) HKBP Seminarium Sipoholon periode 2026-2030, Kamis (2/7/203, bertempat di HKBP Simanungkalit Resort Sipoholon.
Pelantikan yang mengusung tema “Memimpin dengan Hikmat, Melayani dengan Integritas” ini sekaligus menandai estafet kepemimpinan dari Pdt Manaek Simanungkalit STh, MPd.K kepada Pdt Arthur Mangatur Lumbantobing.
Disebutkan, STGH HKBP Sipoholon bukan lembaga pendidikan teologi biasa. Cikal bakal institusi ini telah beroperasi sejak tahun 1901 di kawasan Sipoholon dan memegang peran krusial dalam sejarah pendidikan masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).
Lebih dari satu abad eksistensinya, STGH telah melahirkan ribuan Guru Huria yang pada masa pra kemerdekaan tak hanya mengabdi sebagai pelayan gereja, tetapi juga menjadi pelopor pendidikan dan guru sekolah dasar bagi masyarakat di berbagai pelosok desa.
Ephorus HKBP memberikan bimbingan pastoral yang menyoroti tajam tantangan pendidikan di era modern, khususnya disrupsi teknologi.
Ia memperingatkan fenomena menurunnya minat baca mahasiswa yang dibarengi ketergantungan pada kecerdasan buatan (AI) dalam urusan akademis, yang ia istilahkan berpotensi melahirkan “SCGPT” atau “Sarjana Chat GPT”.
“Para hamba Tuhan yang berkarakter tidak turun dari langit begitu saja, namun dipersiapkan dari kampus,” tegas Ephorus, sebagaimana dikutip dari snn.
Ephorus menetapkan 5 poin fundamental yang harus dipegang teguh, untuk menjaga nilai sejarah STGH, yaitu spiritualitas yang tangguh, karakter yang terpuji dan teruji, kecerdasan intelektual yang cemerlang, keterampilan yang mumpuni, serta semangat melayani yang berkobar.
Ia juga mendorong agar Ketua yang baru dilantik berfokus memperluas dampak positif STGH bagi masyarakat sekitar di Sipoholon dan Tarutung pada tahap awal masa jabatannya.
Peringatan senada mengenai disrupsi teknologi juga disampaikan Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt Dr Deonal Sinaga, dalam khotbahnya dari nas 1 Petrus 5:2.
Ia memaparkan, AI kini mampu membuat rancangan khotbah atau artikel hanya dalam hitungan detik.
Menurutnya, teknologi mutakhir tersebut hanyalah alat yang tidak memiliki nurani, iman dan moral, sehingga tidak akan pernah bisa menggantikan peran esensial manusia.
Pdt Deonal turut mengingatkan bahwa keberadaan STGH adalah bagian integral dari missio dei (misi Allah) dalam lintasan sejarah. “Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya,” pesannya.
Ia berharap, agar STGH di bawah kepemimpinan baru dapat terus menggembalakan mahasiswanya agar tangguh menghadapi tantangan zaman yang dipenuhi distorsi informasi dan dinamika geopolitik.
Atas tantangan zaman tersebut, Ketua STGH periode 2026-2030, Pdt Arthur Mangatur Lumbantobing, memaparkan visinya untuk meningkatkan mutu pendidikan STGH baik di tingkat lokal maupun nasional.
Langkah utama yang akan ditempuhnya adalah mengejar akreditasi resmi dan membenahi regulasi akademik, agar STGH tetap menjadi lembaga pendidikan yang relevan dengan arus modernisasi. Ia turut memohon dukungan penuh dari pimpinan HKBP dan Yayasan demi kemajuan institusi tersebut.
Pelantikan ini disaksikan Kepala Departemen Marturia Pdt Bernard Manik MTh, Kepala Departemen Diakonia Pdt Eldarton Simbolon D.Min, Pengawas Yayasan HKBP yang juga Ephorus Emeritus PdWakilt Dr Darwin Lumbantobing serta Ketua STT HKBP Pdt Dr Sukanto Limbong.
Hadir pula Rektor II IAKN Dr OT Aritonang MPd, Ketua Yayasan STT-HKBP St Ir Ido Hutabarat MSM, serta perwakilan dari Sekolah Tinggi Diakones HKBP (red/snn)

















