Jakarta (metroIDN)
Delegasi Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dari Biro Kepegawaian pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan (Jambin) melaksanakan benchmarking ke Supreme Prosecution Office (SPO) Korea Selatan (Korsel).
“Kegiatan dalam rangka pengayaan materi dalam penyusunan manajemen talenta kepegawaian Jaksa sebagai jabatan fungsional yang memiliki kekhususan, berlangsung tanggal 2 s/d 7 Maret 2024 lalu”, sebut Kapuspenkum Kejagung Dr Ketut Sumedana dalam keterangan tertulisnya via WatsApp, Minggu (16/3-2024).
Pelaksanaan benchmarking dilatarbelakangi pentingnya penguatan dominus litis Jaksa sebagai officieren van justitie (magistraat), sebagaimana yang diamanatkan UU Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan RI, yang berdampak pada perlunya perubahan sistem kepegawaian jaksa yang menekankan status Jaksa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki kekhususan.
Disampaikan, SPO Korsel juga menganut sistem inquisitorial seperti Indonesia, yang menempatkan Jaksa dan hakim sebagai pengendali perkara pidana (dominus litis), yang juga mewakili kepentingan masyarakat umum dalam rangka penegakan hukum.
“Ini menjadi dasar Jambin Dr Bambang Sugeng Rukmono mengirimkan delegasi untuk melakukan benchmarking dengan SPO Korsel”, sebut Ketut.
Kegiatan Delegasi diawali kunjungan ke museum sejarah Kejaksaan Korsel belajar sejarah perkembangan Kejaksaan dan sistem peradilan pidana dari zaman kerajaan Joseon, penjajahan Jepang masa revolusi hingga Kejaksaan Korea di masa modern.
“Jika dibandingkan dan ditelusuri, Jaksa Indonesia pun berakar dari Adhyaksa/ dhyaksa dari zaman Majapahit yang se-zaman dengan Kerajaan Joseon, kemudian kedua negara sama-sama bertransformasi menganut sistem Inquisitorial pasca penjajahan Belanda.
“Hal yang menarik, Presiden Korea saat ini Yoon Suk Yeol adalah mantan Jaksa Agung Korea Selatan periode 2019 s/d 2022”, sebut Ketut.
Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi National Digital Forensic Center (NDFC), badan khusus di bawah SPO Korsel yang bertugas memastikan alat bukti elektronik dapat dijadikan alat bukti yang kuat di pengadilan, dan didukung pegawai forensik yang mumpuni lulusan PhD forensik, ilmu komputer dan ilmu lain yang relevan.
Delegasi Kejagung yang berkunjung ke SPO Korsel, Eko Adhyaksono, Dr Andre Abraham, Ibnu Sahal dan didampingi Tenaga Ahli Jaksa Agung Fachrizal Afandi, Ph.D serta Konsultan dari PT Arofrasa. (MSS/red)