Jakarta (Metro IDN)
Letjen TNI (Purn) Cornel Simbolon terpilih kembali sebagai Ketua Umum
Parsadaan Pomparan Raja Naiambaton (PARNA) Indonesia, untuk periode 2026-2030.
Pemilihan berlangsung secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) PARNA Indonesia, Jumat (9/1/2026) di Gedung Sarbini, Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jawa Barat.
Munas dihadiri oleh seluruh perwakilan marga-marga keturunan PARNA, meliputi silsilah Simbolon Tua, Tamba Tua, Saragi Tua, Munte Tua, hingga Nahampun Tua.
Pemilihan diakhiri penyerahan pataka simbol PARNA Indonesia oleh Dewan Pembina, Mayjen TNI (Purn) Mahidin Simbolon, kepada Cornel Simbolon sebagai tanda sahnya kepemimpinan baru.
Ketua Panitia Munas PARNA 2026, Dr Martuama Saragi, menyatakan kelancaran acara ini didukung oleh instrumen praktis berupa buku panduan tata tertib yang telah disusun jauh hari.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar,” ujar Martuama dalam keterangan persnya kepada Jurnalis SNN, Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Dalam pidato sambutannya, Letjen TNI (Purn) Cornel Simbolon menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh putra terbaik PARNA guna memperkuat kepengurusan mendatang.
“Saya mengajak seluruh warga PARNA di Indonesia bersama-sama memajukan punguan ini. Kami juga mengundang para tokoh untuk bergabung dalam kepengurusan guna mewujudkan visi besar kita,” tegas Cornel.
Visi kepemimpinan periode 2026-2030 ini berfokus pada pelestarian nilai budaya Batak dan anjuran (Tona) Raja Naiambaton, sekaligus berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Beberapa poin strategis yang diusung antara lain peningkatan kesejahteraan warga, pembangunan karakter berbasis iman, serta penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Selain agenda pemilihan, momen bersejarah ini juga diwarnai dengan peluncuran Buku Tarombo (Silsilah) PARNA.
Buku yang disusun selama kurang lebih tiga tahun tersebut diserahkan secara simbolis kepada jajaran Dewan Pembina dan perwakilan marga sebagai rujukan resmi sejarah keturunan PARNA.
Hadir di acara ini, tokoh nasional dan Dewan Pembina PARNA Indonesia, di antaranya Prof Dr Bungaran Saragih, Prof Tualar Simarmata, Mayjen TNI (Purn) Mahidin Simbolon, Brigjen (Purn) Mangasa Saragi, dan Lasro Simbolon.(red/snn)











