Medan (Metro Idn)
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memastikan pendistribusian BBM di wilayah Medan dan sekitarnya berjalan lancar.
Upaya optimalisasi pendistribusian dan pengaturan operasional SPBU selama 24 jam yang dilakukan sejak Minggu (30/11/2025), telah mengurai antrean, dan layanan mulai kembali normal.
Group Head Operation PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Basuki Santoso menyampaikan hal tersebut kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat datang melakukan kunjungan ke kantor Pertamina Patra Niaga Medan.
Basuki menegaskan bahwa pasokan BBM untuk masyarakat Kota Medan terjaga dan tersedia sesuai kebutuhan.
“Pertamina terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
Masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan karena stok mencukupi dan penyaluran berlangsung stabil. Kami mengimbau masyarakat tetap bertransaksi seperti biasa,” ungkap Basuki, dikutip dari keterangan resmi, sebagaimana dilihat di media CNBC Indonesia, Rabu (3/12/2025).
Untuk mempercepat penataan situasi di lapangan, Pertamina dibantu Polrestabes Medan yang menempatkan personel di 91 SPBU, guna membantu pengaturan layanan dan alur kendaraan.
“Antrean yang sempat panjang kini dapat diurai secara signifikan. Kami menata pola pengisian, pola antrean, dan melakukan edukasi agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih tertib,” jelas Kombes Pol Calvijn.
Menurutnya, Pertamina aktif memberikan informasi apabila SPBU akan dilakukan pengisian BBM, sehingga pihaknya dapat membantu mengarahkan konsumen untuk membeli BBM di SPBU lainnya yang lebih lengang.
Untuk mendorong situasi agar lebih kondusif, pihaknya juga akan menindak oknum yang membeli BBM dalam jerigen untuk dijual kembali dengan harga tinggi.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan di lapangan. Stok BBM di Kota Medan cukup. Beberapa SPBU kini sudah beroperasi 24 jam, sehingga warga tidak harus datang di jam-jam tertentu,” tambah Kombes Pol Calvijn.
Basuki menyampaikan apresiasi atas dukungan kepolisian yang membuat situasi semakin terkendali setiap harinya.
“Saat ini 50% SPBU di Kota Medan telah dibuka 24 jam. Dengan opsi waktu yang lebih luas, antrean yang tadinya padat kini mulai terurai.
Tujuan kami jelas, memastikan distribusi BBM berlangsung lebih lancar, tertib, dan menjangkau seluruh masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi terurainya antrean di lapangan menunjukkan perkembangan positif. Dari hasil pemantauan, antrean berkurang hingga 80% dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan pola penyaluran, serta memperluas jam operasional SPBU demi memenuhi kebutuhan energi masyarakat Medan.
Kunjungan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak SIK MH merupakan langkah koordinasi untuk memastikan pelayanan dan distribusi BBM di Kota Medan berjalan aman dan lancar.
Juga diperkirakan masih berpotensi muncul kemacetan akibat antrean BBM, keluhan masyarakat terkait pelayanan SPBU, hingga praktik penjualan eceran dengan harga tinggi.
Kapolrestabes Medan mengatakan, akan menindak tegas pihak-pihak yang menjual BBM eceran dengan harga Rp 50 ribu per botol air mineral.
“Penjual BBM eceran yang mematok harga Rp 50 ribu per botol harus ditangkap,” kata Calvijn dengan tegas.
Dia juga menyoroti kekurangan operator dispenser di sejumlah SPBU, serta menekankan agar pembelian menggunakan jerigen tidak usah dilayani. SPBU yang tidak beroperasi diminta memberikan pemberitahuan tertulis kepada masyarakat.
“Saya meminta Pertamina melakukan live report mengenai ketersediaan stok, agar informasi dapat diterima secara terbuka. Stok harus dipastikan aman,” harapnya.
Dalam imbauan bersama Pertamina, Kombes Calvijn menyebut bahwa saat ini terdapat 91 SPBU yang beroperasi di Kota Medan, dan seluruhnya telah ditempatkan personel Polri.
Ia menambahkan bahwa 313 personel diterjunkan untuk membantu kelancaran antrian BBM maupun arus lalu lintas di sekitar SPBU.
“Pelayanan kepada masyarakat dilakukan melalui pengaturan pola antrian, pola pengisian, serta edukasi dan komunikasi di lapangan.
Masyarakat diimbau untuk berpindah ke SPBU lain jika menghadapi situasi stok habis dan tidak perlu panik karena ketersediaan BBM dipastikan cukup,” imbaunya mengakhiri.
Perwakilan Pertamina Patra Niaga juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama Polrestabes Medan siap mengamankan seluruh proses distribusi BBM ke SPBU di Kota Medan. Serta memastikan masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.
Turut hadir saat kunjungan itu diantaranya sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polrestabes Medan dan perwakilan Grup Head Operation Regional Sumbagut, Basuki Santoso dan Sales Retail, Devian Faris.(red/CNBC indonesia)


















