Jakarta (Metro IDN)
HKBP Resort Kramat Jati Jalan Raya Bogor Jakarta Timur, menggelar program Pembekalan Parhalado yang berlangsung tiga hari(19-21 Februari 2026), di Kinasih Resort & Conference, Bogor.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai momentum strategis untuk penyegaran spiritual dan peningkatan kapasitas bagi para pelayan gereja (sintua), sekaligus dalam menghadapi dinamika zaman dan era digitalisasi yang kerap memicu ketidakpastian di tengah masyarakat.
Kegiatan pembekalan yang mengusung tema “Sukarela dan Pengabdian Diri” berlandaskan pada nas Alkitab 1 Petrus 5:2-3 ini, menyoroti urgensi komitmen melayani tanpa paksaan, sebagaimana dikutip dari SIB, Minggu (22/2/2026),
Sebagaimana pemateri yang hadir, antara lain, Prof Dr Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App. Sc (Materi Psikologi: Asesmen dan Pemberdayaan Diri Dalam Pelayanan) dan Pdt Prof Binsar Jonathan Pakpahan, PhD (Materi Peluang, Tantangan, Strategi & Optimalisasi Pelayanan Di Era Digital).
Kegiatan itu dihadiri Pendeta Ressort HKBP Kramat Jati, Pdt Dr Martongo Sitinjak, pendeta fungsional Pdt Filemon F Sigalingging, STh, Pdt Eben Sihardo Simanjuntak MTh, Pdt Parningotan Siahaan dan Pdt Pontius Ch Siregar MDiv.
Pendeta Ressort HKBP Kramat Jati, Pdt. Dr. Martongo Sitinjak mengatakan, pembekalan ini sebagai “Bohal” dalam bahasa Batak, yang berarti bekal bagi para gembala saat menjaga kawanan dombanya di padang belantara.
Disampaikan, dalam pembekalan ini, ada tiga bekal utama, yaitu pertama, asesmen psikologi agar pelayan mengenal potensi dan kelemahannya.
Kedua, pemahaman pelayanan di era digitalisasi yang telah berdampak masif pada peradaban dan psikologis jemaat.
Ketiga, penyegaran ulang arti dan panggilan tohonan (tahbisan) sintua itu sendiri,” jelas Pdt. Martongo.
Menurutnya, era ketidakpastian saat ini melahirkan budaya cemas dan ragu yang tak pelak berimbas pada gereja. Oleh karena itu, para parhalado dibekali agar kembali menemukan kekuatan dari panggilan ilahinya.
Mantan Kadep Koinonia HKBP, yang baru beberapa bulan melayani di HKBP Ressort Kramat Jati ini menegaskan, pelayanan gereja ini bukan profesi sekuler, melainkan panggilan Tuhan.
“Kita mau mengupas lapisan kecemasan itu agar para pelayan berani bangkit, berdiri teguh pada potensinya, dan meyakini bahwa Tuhan bekerja di dalam dirinya,” ujarnya.
Untuk merespons tantangan pastoral yang semakin kompleks, HKBP Ressort Kramat Jati melahirkan sebuah slogan pelayanan bertajuk TOTAMA, yang merupakan akronim dari Topot, Tangihon, Tangianghonma.
Ketua panitia Pembelian Lahan, St.
HD Sirait, menanbahlan, pembekalan ini ibarat proses restart bagi para pelayan.
“Ini seperti mulai dari gigi satu lagi agar semangat melayani tidak kendor. Melalui TOTAMA, sintua dituntut mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengunjungi jemaat (topot), mendengarkan pergumulan mereka (tangihon), dan mendoakannya secara ikhlas (tangianghonma),” ungkapnya.
Menurutnya, pembekalan ini menjadi pengingat agar rutinitas tidak membuat ketujuh tohonan sintua menjadi luntur atau biasa-biasa saja.
Senada dengan itu, Ketua Majelis Perbendaharaan & Administrasi (MPA) HKBP Kramat Jati, St L. Simangunsong, mengapresiasi soliditas kebersamaan yang terjalin.
Ia menekankan bahwa HKBP Ressort Kramat Jati—yang menaungi gereja induk dan gereja pagaran HKBP Gedong—memiliki tanggung jawab pastoral yang besar di 20 wijk (sektor pelayanan).
“Sintua adalah ujung tombak yang terjun langsung ke lapangan untuk mengamati kehadiran dan kondisi jemaat. Di sinilah tugas pokok tohonan sintua kembali diingatkan untuk dieksekusi dalam misi bersama,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan Panitia Pelaksana, Septa Patrianando Sirait, melaporkan kegiatan ini diikuti oleh 81 peserta se-ressort.
Meskipun memakan waktu persiapan selama hampir sebulan dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, semangat gotong royong panitia dan peserta membuat acara ini berjalan mulus.
“Kami sadar bahwa sintua-sintua wijk ini adalah ujung tombak jemaat. Kegiatan ini tidak akan sia-sia, dan kami mengerjakannya dengan sangat dinamis,” pungkas Septa yang telah beberapa kali dipercaya menangani kepanitiaan serupa.
Pembekalan parhalado ditutup ibadah oleh Pdt Basa Rohana Hutabarat, MTh Melalui pembekalan intensif ini, diharapkan para parhalado HKBP Ressort Kramat Jati dapat merumuskan langkah strategis pelayanan secara mandiri, serta membawa jemaat bertumbuh bersama melintasi tantangan zaman dengan iman yang tak tergoyahkan.
Usai pembekalan Parhalado, ada tiga goal program besar di HKBP Kramat Jati menanti, yaitu Jambore Sekolah Minggu, Gondang Naposo dan Festival Musik.
(red/sib)

















