Medan (Metro IDN)
Kegiatan perayaan Paskah tahun 2026 Keluarga Besar Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) berlangsung hikmat penuh kekeluargaan, bertempat di Bernada Hall Jalan Letjen Jamin Ginting Medan, Minggu (12/4/2026).
Tema Paskah Kejati Sumut sesuai tema nasional tahun 2026,”Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”*,sedang subtema “Dengan perayaan Paskah, insan adhyaksa di wilayah Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara bangkit dan membarui hidup dengan mengimani kasih Kristus di dalam penegakan hukum yang menjunjung tinggi keadilan dan hak azasi manusia”.
Acara ibadah Paskah diisi dengan lagu lagu pujian lintas lintas etnis, lalu persembahan puisi berantai dari anak anak panti asuhan St Lucy Filipina Tanjung Selamat, serta persembahan pujian dari Magnificat Choir dan dari vocal grup PD Ora et Labora.
Ibadah berjalan tertib dipimpin oleh Pastor Redemptus Simamora OFM Cap (Paroki Padre Pio Helvetia), dengan didampingi para pendeta dari lintas gereja yang ada
di kota Medan.
Saat ibadah, votum-introtius dibawakan Pdt Sadrak S Hutauruk MTh (Pendeta Resort HKBP Medan Johor), pembacaan Epistel dari 1 Korintus 15 ayat 1-11 secara responsoria dipimpin Pdt Tinur Tumangger STh (GKPPD Simalingkar).
Kemudian untuk refleksi Paskah masih saat ibadah berjalan, secara responsoria dipimpin Pdt Devi Siskawati Sembiring Depari STh (GBKP Runggun) Jalan Sei Batang Serangan Medan) dan renungan Paskah dibawakan Pastor Redemptus Simamora OFM Cap (2 Korintus 5 ayat 17).
Sedang untuk doa syafaat dibawakan Pdt Arozawato Nazara M Div (BNKP Jemaat Teladan) serta di penghujung ibafah yaitu doa persembahan pengumpulan kolekte dipimpin Pdt Rosanna Pasaribu STh Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA) Medan Barat.
Demikian juga lagu pujian saat ibadah berlangsung, berjalan dengan lintas etnis yaitu untuk lagu ; Mar olop olop (Meroang orang Tendingki( Pak Pak), Sada goar na majenges (Simalungun), Bano ufili udo Yesus(Nias), Roma tu Jesus (Angkola) dan Kuikutken me dalan Ndu (Karo).
Usai ibadah paskah dilanjutkan acara perayaan paskah, menampilkan Tari Maena (Nias), kata kata sambutan dan makan bersama, serta penyerahan cenderamata kepada Yayasan Pendidikan Tunanetra (Yapentra), panti asuhan Grace, Panti Asuhan St Lucy Filipina dan SLB-B Karya Murni.
Perayaan Paskah tersebut turut dihadiri Ketua Tim Tenaga Ahli (KTA) Jaksa Agung RI yang juga mantan Ketua Komisi Kejaksaan RI Dr Barita Simanjuntak, SH MH, dan para purnaja atau pensiunan kejaksaan diantaranya, mantan Kajati Bengkulu Dr Manumpak Pane MH, mantan Wakajati DI Yogyakarta Edward Pasaribu SH.
Perayaan paskah berjalan lancar diikuti Kajati Sumut Dr Harli Siregar, SH MHum, Ketua Panitia Paskah yang juga Asisten Pemulihan Aset (Aspema) Ronal Bakara SH MH, Aspidmil Kolonel TNI (Sus) Lukas Sambiono,Aspidsus Johny Wiliam Pardede SH MH, Aspidum Jurist Precisely Sitepu SH MH.
Kemudian Kajari Nias Selatan Edmon
Purba SH MH, Kajari Gunungsitoli Dr Firman Halawa MH, Koordinator Bani Ginting SH MH yan kini Plh Kajari Madina,Kajari Pematangsiantar Erwin Purba SH MH, Kajari Taput Dedy F Rajagukguk SH MH, Kajari Humbahas DTJ Situmorang SH dan Kajari Tebing Tinggi Antoni Nainggolan SH MH.
Juga hadir Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sumut Ny Tiurmaida Harli Siregar serta jajaran pengurus IAD.
Dr Harli : Tiada Yang Mustahil Bagi Tuhan
Dalam sambutannya, Kajati Sumut Dr Harli Siregar menyampaikan, sejalan dengan tema dan subtema Paskah, maka perayaan paskah menjadi bagian dari pembangunan nilai kerohanian, dalam melaksanakan tugas fungsi sebagai pegawai atau bagian insan adhyaksa itu sendiri.
“Makna perayaan paskah ini, kita berharap seluruh jaksa serta pegawai Kejati Sumut bangkit. Dengan semangat pembaharuan diri memberikan kontribusi terbaik, tentu kuncinya berintegritas dan menanamkan nilai kemanusiaan untuk keadilan dalam tugas sehari hari,” tegas Kajati.
Menurut dia, perayaan paskah adalah pengorbanan, bukan peristiwa historis kita peringati, tetapi pembaharuan, dan paskah mengajak kita utk tidak terikat masa lalu.
Sebagai insan Adhyaksa kita ada di dalam tanggung jawab besar. Penegakan hukum bukan soal menjalankan aturan, tetapi kita dihadapkan dalam berbagai tantangan yang tidak mudah, tentu integritas menjadi kunci utama.
Menurut dia, tidak ada manusia yang sempurna dalam menjalankan tugas, bahkan ada yang mengalami sampai titik terendah, tetapi tiada mustahil bagi Tuhan.
Semangat pembaruan dalam paskah harus kita laksanakan dalam tugas dan fungsi dengan cara menghindari segala bentuk penyimpangan.
Dan momentum paskah ini lanjut dia, adalah juga untuk intropeksi diri sejauh mana kita telah melaksanakan tugas sesuai aturan.
Mari bangkit dari kelemahan dan segala kekurangan, ujarnya.
“Terima kasih kepada panitia yang diketuai Aspema Ronal Bakara dan jajaran panitia, yang telah mengundang empat panti asuhan. Terima kasi anak anak kami atas kebersamaan dalam merayakan paskah bersama kami. Kami tidak lebih baik dari kalian.
“Anak anak kami tetaplah semangat, kalian gambaran bagaimana kami untuk berbuat lebih baik lagi. Umat kristen harus memiliki ciri yang terbaik yang bisa membedakan kita dari yg lainnya.
Ketua Panitia Aspema Ronal Bakara : Bangga dan Bersyukur
Sebelumnya Ketua Panitia Ronal Bakara SH MH melaporkan, ibadah dibuat lintas etnis menggambarkan suasana kekerabatan masyarakat yang ada di kota Medan.
Ronal Bakara yang sebelumnya Kajari Kendari ini, menyampaikan rasa syukur dan bangga karena kegiatan perayaan paskah Kejati Sumut berjalan baik atas dukungan pimpinan khususnya Kajati Sumut Dr Harli Siregar beserta jajaran.
“Kita bersyukur dan bahagia karena
dukungan pimpinan Kejati Sumut dan jajaran serta seluruh panitia, acara perayaan Paskah berlangsung hikmad penuh kekeluargaan.
Hari ini juga istimewa karena hari ini Ulang tahunnya Bapak Kajati Dr Harli Siregar. Semoga sehat selalu dan panjang umur serta tetap kuat dalam perlindungan Tuhan,” ujar Ronal Bakara.
Menurut Ronal Bakara yang alumni FH USU Medan ini, perayaan paskah ini juga
menjadi moment perwujudan kasih dan kepedulian kepada sesama.
Tema dan sub tema sangat, lanjut dia menyentuh berbagai krisis yang terjadi seperti krisis kemanusiaan dan krisis lingkungan, sehingga dibutuhkan kebersamaan.
“Makanya kita undang juga orang orang yang kita kasihi, di perayaan paskah ini. Hadir bersama kita anak anak dari panti asuhan, Yayasan Pendidikan Tuna Netra (Yapentra), panti asuhan Grace, Panti Asuhan St Lucy Filipina dan SLB-B Karya Murni,” ujarnya.
Sedangkan sub tema paskah, lanjut Ronal, mengajak para jaksa memperbarui diri agar peka terhadap keadilan hukum yang dibutuhkan masyarakat sebagaimana ditegaskan Pak Jaksa Agung.
Kasi Penkum Kejati Sumut Rizaldi SH MH dalam keterangan tertulis yang dilansir ke media, Senin (13/4/3026) menambahkan, Ketua Tim Tenaga Ahli Jaksa Agung RI, Dr Barita Simanjuntak juga didaulat menyampaikan sambutan di acara itu.
Barita Simanjuntak, menyampaikan rasa bangga kepada Kajati Harli Siregar serta seluruh jajaran, atas penyelenggaraan perayaan paskah 2026 tersebut.
“Semangat kebangkitan Paskah, diharapkan semakin memperbaharui diri, agar dalam melaksanakan tugas penegakan hukum semakin berintegritas,” katanya. (red)
















