Medan (Metro IDN)
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Surya mengingatkan, lembaga keagamaan merupakan mitra utama pemerintah dalam membangun karakter masyarakat serta menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.
“Peran tersebut sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” Surya, pada kegiatan Sidang Raya Regional Asia Lembaga United Evangelical Mission (UEM) di Sopo Godang HKBP Sudirman, Medan, Rabu (11/2/2026).
Menurut Wagub, gereja dan lembaga keagamaan menurut Wagub, memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kejujuran, kepedulian, kerja keras, dan semangat melayani. Nilai nilai tersebut sangat dibutuhkan dalam membangun daerah.
“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga mendorong sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan, sejalan dengan visi pembangunan kolaborasi Sumut Berkah.
Dia menegaskan, kolaborasi penting agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan manusia, harmoni sosial, serta kelestarian lingkungan.
Pemprov Sumut siap mendukung terciptanya ruang-ruang dialog dan kerja sama lintas sektor, serta mendukung terciptanya suasana yang aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.
Wagub pun mengajak seluruh peserta Sidang Raya Regional Asia, menjadikan pertemuan di kegiatan itu sebagai momentum mempererat persaudaraan.
Selain itu juga memperdalam refleksi iman, serta merumuskan langkah-langkah pelayanan yang relevan bagi gereja dan masyarakat di Asia.
Wagub mengatakan, menjadikan Sumut sebagai tuan rumah penyelenggaraan Sidang Raya Regional Asia UEM merupakan hal yang tepat dan penuh makna.
Soalnya, Sumut memiliki kekayaan budaya, sejarah panjang, serta kehidupan masyarakat yang terbiasa hidup dalam keberagaman.
Dari kota hingga desa kita belajar bahwa perbedaan bukanlah jarak melainkan kekuatan.
Wagub menilai kegiatan Sidang Raya Regional Asia UEM membawa banyak manfaat. Dari sisi spiritual, pertemuan itu memperkuat identitas iman, meningkatkan kapasitas kepemimpinan gerejawi, serta memperkaya metode pelayanan yang kontekstual.
“Dari sisi sosial, pertemuan ini mendorong kerja sama lintas agama yang nyata,” kata Surya.
Dari sisi ekonomi, kehadiran para peserta dari berbagai negara tentu memberikan dampak positif bagi pergerakan ekonomi lokal serta membuka jejaring yang lebih luas.
Ephorus HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan mengatakan, Sumut merupakan salah satu provinsi yang paling toleran di Indonesia. Oleh sebab itu, pihaknya percaya diri Sumut dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi para delegasi yang datang.
“Jadi kami berani jadi host karena pasti delegasi akan nyaman dan tenang di Medan, Sumut,” kata Victor. (red/ diskomimfo.sumutprov.go.id)

















