Medan (SIB)
Sebanyak 1.853 wisudawan dilantik Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Muryanto Amin S Sos MSi di Gedung Auditorium USU Jalan Dr Mansyur Medan, Sabtu (14/2/2026).
Dalam sambutannya Rektor berpesan agar para wisudawan telah lulus terus belajar tanpa henti dalam memahami banyak hal.
Berani mengambil keputusan dan secara berkelanjutan meningkatkan potensi konstruksi berpikir sistematis tentang pengetahuan teori yang diselaraskan dengan keterampilan teknis menjawab permasalahan yang ada.
Menurutnya, seorang terdidik dan lulusan dari perguruan tinggi selalu diharapkan memiliki dua kemampuan itu yang tidak terpisahkan.
“Atas dasar itulah tema wisuda hari ini yang disampaikan adalah From Theory to Action: Mengatasi Kesenjangan dan Membentuk Nilai Baru dalam Transformasi Peradaban,” ujar Rektor.
Ia juga menjelaskan, perubahan dunia kerja saat ini tidak hanya terlihat dari munculnya teknologi baru, tetapi juga dari perubahan keterampilan apa yang paling dibutuhkan.
Keterampilan inti yang paling dibutuhkan di masa depan bukan semata-mata kemampuan teknis, melainkan kemampuan manusia dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
“Dunia kerja tidak hanya mencari individu yang cerdas secara akademik, tetapi mereka yang mampu berpikir jernih, beradaptasi dalam tekanan, memimpin, bekerja dengan orang lain, serta memahami diri dan lingkungannya,” katanya.
Dunia kerja membutuhkan lulusan yang tidak hanya tahu, tetapi mampu mengambil keputusan dan bertindak secara nyata agar tidak ada lagi kesenjangan antara teori dan praktik.
Prof Mury mencontohkan penerapannya kepada perusahaan Starbucks, sebuah perusahaan global dengan ribuan gerai yang tersebar di seluruh dunia dan setiap hari menetapkan jutaan keputusan kecil yang menentukan keberlangsungan bisnisnya.
Teori tanpa pengalaman lapangan, imbuhnya, akan kehilangan daya geraknya. Sebaliknya, pengalaman tanpa keberanian mengambil keputusan juga tidak akan membawa perubahan. Bagi para wisudawan, pesan ini sangat relevan.
“Dunia kerja tidak selalu menunggu kita siap dengan jawaban yang sempurna. Seringkali, kita dituntut untuk berani mengambil keputusan dalam keterbatasan, dan bertanggung jawab penuh untuk melaksanakannya.
Inilah makna sesungguhnya dari From Theory to Action, mengubah pengetahuan menjadi tindakan, dan tindakan memberi nilai yang bermanfaat untuk kesejahteraan,” tutupnya.
Rektor USU juga menyampaikan capaian program internasionalisasi yang dilakukan USU. Internasionalisasi bukan proses membuat mahasiswa Indonesia menjadi asing di kotanya, tetapi membuka cakrawala berpikir tentang dunia global yang beragam dan terkoneksi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Saat ini USU menempati posisi di 1001 QS WUR, 268 di QS AUR, 851 di QS Sustainability, 1501+ THE WUR, dan 601 THE Impact.
Memiliki 28 program studi terakreditasi internasional, 87 program studi akreditasi unggul dan telah membuka 28 prodi kelas internasional (International Undergraduate Program) tahun 2026 bekerjasama dengan kampus di Inggris, Eropa, dan Australia melalui program joint/double degree.
Mobility student dan mobility staff adalah program yang dilakukan di USU yang ditujukan untuk mahasiswa dan dosen sebagai cara agar mereka dapat lebih dekat merasakan sense of perfect detail, yang dilakukan kampus top dunia.
“Selain program internasionalisasi, USU memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu, namun berprestasi sejak awal semester dan menjamin tidak ada masyarakat Indonesia yang tidak bisa kuliah karena tidak bisa membayar uang sekolah,” tutupnya.(red)
















